Pada sisi kiri prasasti tersebut, ada Joglo yang digunakan untuk ibadah aliran Kejawan. Aliran Kejawan ini merujuk pada putra Raja Brawijaya V, Bondan Kejawan.
Pengunjung dapat menjumpai Pura Segawa Wukir di depan Joglo, yang menjadi ikon Pantai Ngobaran, yang dipercaya sebagai tempat pembakaran diri Raja Brawijaya V.
Tak hanya itu, terdapat pula masjid yang menghadap ke laut.
Beragamnya tempat ibadah tersebut menandakan keharmonisan penduduk sekitar.
Baca Juga: 6 Tips Percaya Diri Solo Traveling untuk Kali Pertama
Selain memiliki unsur agama dan budaya yang sangat kental, Pantai Ngobaran yang dijuluki Bali of Java ini juga menyuguhkan pemandangan pantai yang tak kalah cantik dan eksotis.
Bila air laut sedang surut, pengunjung bisa melihat hamparan rumput laut dan alga di sepanjang pantai. Namun, ombak di pantai ini cukup kencang, tidak disarankan untuk berenang.
Dengan menyuguhkan view tebing dan lautan, Pantai Ngobaran memberikan spot foto yang Instagramable. Pengunjung bisa sewa kebaya untuk berfoto di sekitar joglo.
Panorama matahari terbenam di pantai ini juga jadi momen yang dinantikan, pengunjung bisa menikmati indahnya sinar matahari berwarna jingga yang terpantul di air laut yang jernih.
Jika perut terasa lapar, pengunjung bisa mencoba kuliner laut dari Pantai Ngobaran. Tertarik berkunjung ke pantai ini?
Meskipun Pantai Ngobaran mungkin tidak sepopuler pantai-pantai lain di Jogja, tetapi pesonanya tak kalah cantik bahkan bisa pula dibandingkan.***