Salah satu misionaris yang melihat patung Tuan Ma langsung berlutut.
Karena di patung tersebut tertera tulisan Santa Maria Reinha Rosari.
Baca Juga: Tidak Hanya Ritual Keagamaan, Negara-negara Ini Punya Tradisi Tersendiri dalam Merayakan Paskah
Menurut misionaris ini adalah pewujudan Bunda Maria.
Sejak saat itulah keberadaan patung Tuan Ma disamakan dengan Bunda Maria.
Sejak tahun 1665 Don Gaspar I, putra dari Ola Adobala tradisi Semana Santa dilakukan.
Baca Juga: 4 Wisata Religi di Manado, Satu Tempat Mencerminkan Keragaman Beragama di Indonesia
Prosesi selama seminggu penuh
Perayaan Semana Santa sudah dimulai seminggu sebelum Paskah.
Berbagai suku di Larantuka melakukan upacara doa di Kapela Tuan Ma (Bunda Maria).
Masyarakat Larantuka percaya, raut wajah Tuan Ma berubah-ubah tergantung yang melihatnya.
Baca Juga: Tradisi Unik di Seluruh Dunia yang Banyak Berkaitan Dengan Mitos dan Kepercayaan
Dan juga bagaimana keimanan orang yang melihatnya.
Bila orang tersebut melihat wajah Tuan Ma suram, artinya nasib mereka kurang baik.
Bila wajahnya terlihat berseri-seri, artinya tahun ini mereka akan mendapat berkah.
Baca Juga: Wisata ke Danau Kelimutu, Danau Tiga Warna di Flores yang Menyimpan Keunikan yang Mistis