Setelah semua orang mencium Tuan Ma, acara dilanjutkan dengan prosesi keliling kota.
Dalam prosesi ini patung Tuan Ma mengenakan jubah biru.
Sepanjang jalan yang dilalui prosesi dihiasi dengan lilin yang menyala.
Baca Juga: Tradisi Unik Berbagai Suku di Indonesia yang Masih Dipertahankan
Mereka yang mengikuti prosesi berjalan sambil membaca doa.
Ada pula kelompok yang khusus menyanyikan lagu-lagu ratapan untuk mengenang prosesi Yesus saat akan disalibkan.
Dilanjutkan prosesi Laut Tuan Meninu yaitu mengantarkan Patung Yesus Tersalib dari Kapela ke Pante Kuce.
Prosesi ini harus menyeberangi laut dengan menggunakan kapal.
Di sore hari barulah diadakan lamentasi (perenungan) atas penderitaan dan kematian Yesus.
Puncak prosesi Semana Santa berlangsung Hari Minggu dan dirayakan bersama-sama sebagai Hari Paskah.***
Artikel Terkait
Wisata Telaga Sigebyar Punya Panorama Alam Mengesankan, Sensasi Dingin Dataran Tinggi Dieng pun Dapat Terasa
Tidak Usah ke Turki, Pemandangan Ala Cappadocia Juga Bisa Dinikmati di The Lodge Maribaya Bandung
Cantik-cantik Penuh Misteri, Curug Putri di Brebes Simpan Kisah Mistis Sekaligus Tawarkan Pemandangan Memukau
5 Gerai Kopi Lokal Indonesia Ini Buka Cabang di Luar Negeri, Mulai dari Singapura Sampai ke Tokyo
Air Terjun Banyunibo, Wonogiri, Air Terjun Musiman yang Tercipta Setelah Turunnya Hujan
4 Negara yang Melakukan Prosesi Semana Santa, Tradisi Permenungan Kisah Sengasara Yesus Kristus