Kabar BUMN - Perayaan Paskah menjadi sebuah peristiwa besar di Larantuka.
Di kota yang mayoritas penduduknya beragama Katolik ini Paskah juga diperingati dengan menggelar Semana Santa.
Semana Santa mendapat pengaruh kuat kolonial Portugis yang juga membawa agama Katolik ke sana.
Kini prosesi Semana Santa di Larantuka, yang berpusat di kota Reinha, sudah menyatu dengan tradisi daerah setempat.
Baca Juga: 4 Negara yang Melakukan Prosesi Semana Santa, Tradisi Permenungan Kisah Sengasara Yesus Kristus
Tradisi berusia 500 tahun
Semana Santa di Larantuka sudah menjadi tradisi sejak 500 tahun lalu.
Kala itu ada seorang pria dari Suku Resional sedang bermain di laut.
Pemuda ini melihat sosok dewi berjalan di atas air. Ia pun melaporkan yang dilihat pada tetua suku.
Baca Juga: Wisata Religi di Larantuka, Flores Timur, Kota yang Dijuluki Kota Bunda Maria
Ketika kepala suku dan masyarakat mengecek kebenarannya, mereka hanya melihat patung perempuan cantik.
Patung itu dibawa ke rumah adat dan diberi nama Tuan Ma.
Patung ini dianggap sebagai pembawa keberuntungan dan disembah masyarakat.
Baca Juga: 6 Destinasi Wisata Religi Umat Katolik di Indonesia yang Menjadi Tempat Ziarah Terutama di Hari Raya
Pada saat yang bersamaan bangsa Portugis datang ke Flores dan menyebarkan agama Katolik.
Artikel Terkait
Wisata Telaga Sigebyar Punya Panorama Alam Mengesankan, Sensasi Dingin Dataran Tinggi Dieng pun Dapat Terasa
Tidak Usah ke Turki, Pemandangan Ala Cappadocia Juga Bisa Dinikmati di The Lodge Maribaya Bandung
Cantik-cantik Penuh Misteri, Curug Putri di Brebes Simpan Kisah Mistis Sekaligus Tawarkan Pemandangan Memukau
5 Gerai Kopi Lokal Indonesia Ini Buka Cabang di Luar Negeri, Mulai dari Singapura Sampai ke Tokyo
Air Terjun Banyunibo, Wonogiri, Air Terjun Musiman yang Tercipta Setelah Turunnya Hujan
4 Negara yang Melakukan Prosesi Semana Santa, Tradisi Permenungan Kisah Sengasara Yesus Kristus