Prosesi Semana Santa di Larantuka, Flores, Tradisi Paskah yang Membudaya Sejak 500 Tahun Lalu

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 29 Maret 2024 | 10:00 WIB
Prosesi Semana Santa di Larantuka, Flores. (aksinews.id)
Prosesi Semana Santa di Larantuka, Flores. (aksinews.id)

Salah satu misionaris yang melihat patung Tuan Ma langsung berlutut.

Karena di patung tersebut tertera tulisan Santa Maria Reinha Rosari.

Baca Juga: Tidak Hanya Ritual Keagamaan, Negara-negara Ini Punya Tradisi Tersendiri dalam Merayakan Paskah

Menurut misionaris ini adalah pewujudan Bunda Maria.

Sejak saat itulah keberadaan patung Tuan Ma disamakan dengan Bunda Maria.

Sejak tahun 1665 Don Gaspar I, putra dari Ola Adobala tradisi Semana Santa dilakukan.

Baca Juga: 4 Wisata Religi di Manado, Satu Tempat Mencerminkan Keragaman Beragama di Indonesia

Patung Tuan Ma (Bunda Maria) yang menjadi titik permulaan perkembangan agama Katolik di Larantuka, Flores. (superlive.id)

Prosesi selama seminggu penuh
Perayaan Semana Santa sudah dimulai seminggu sebelum Paskah.

Berbagai suku di Larantuka melakukan upacara doa di Kapela Tuan Ma (Bunda Maria).

Masyarakat Larantuka percaya, raut wajah Tuan Ma berubah-ubah tergantung yang melihatnya.

Baca Juga: Tradisi Unik di Seluruh Dunia yang Banyak Berkaitan Dengan Mitos dan Kepercayaan

Dan juga bagaimana keimanan orang yang melihatnya.

Bila orang tersebut melihat wajah Tuan Ma suram, artinya nasib mereka kurang baik.

Bila wajahnya terlihat berseri-seri, artinya tahun ini mereka akan mendapat berkah.

Baca Juga: Wisata ke Danau Kelimutu, Danau Tiga Warna di Flores yang Menyimpan Keunikan yang Mistis

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini