ragam

Susuri Kota Tua Gresik yang Kaya dengan Bangunan Indah Hasil Alkulturasi Budaya

Minggu, 31 Maret 2024 | 13:00 WIB
Penampilan Gresik setelah revitalisasi. Trotoar lebar. Pada sisi jalan dipasang lampu-lampu taman yang cantik. (Instagram/@@bandargrissee via jatimnetwork.com)

Kabar BUMN - Kota Gresik, Jawa Timur, diperkirakan sudah ada sejak abad ke-11.

Lokasinya yang di pinggir pantai membuat Gresik jadi kota perdagangan dan persinggahan pedagang asing.

Termasuk yang berasal dari Belanda. Di saat itu, Gresik bahkan dikenal dengan nama Grissee.

Baca Juga: Kompleks Wisata Setigi Gresik, Dari Bukit Kapur Lalu Bukit Sampah Kini Menjadi Bukit yang Cantik

Di masa kolonial, Gresik menjadi salah satu kantor dagang Belanda pertama di Jawa.

Sisa-sisa peninggalan kolonial ini masih bisa dinikmati di kawasan Kota Tua.

Sebelumnya, Gresik sudah jadi salah satu kota tempat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Tidak hilang seluruhnya, sisa-sisa peninggalan perkembangan Islam di Gresik pun masih ada.

Baca Juga: Pegadaian Liga 2 Ajak Pecinta Bola di Gresik Peduli Sosial dan Lingkungan

Mengalami revitalisasi
Untuk menjaga warisan bangunan dan budaya tersebut, Kota Tua Gresik direvitalisasi pada Desember 2022.

Ruas jalan utama didandani habis-habisan dan diberi nama Kawasan Bandar Grissee.

Trotoar diperlebar. Pada sisi jalan dipasang lampu-lampu taman yang cantik.

Tersedia tempat duduk di sepanjang jalan untuk bersantai sambil menikmati matahari terbenam.

Baca Juga: Mengisi Bulan Ramadan dengan Mengunjungi Wisata Religi di Daerah Jawa Timur

Halaman:

Tags

Terkini