Sudah ada sejak 1771, dulu fungsinya untuk mengusir perompak di perairan Sungai Kapuas, Kalimantan Barat.
Pada perkembangannya, tradisi membunyikan meriam digunakan untuk memeriahkan Idul Fitri.
Baca Juga: Tradisi Sambut Lebaran di Pontianak, Menyalakan Meriam!
Meriam karbit dibuat dari bambu atau kayu sejenis mabang dan meranti.
Ukurannya mirip meriam asli dan mampu menghasilkan suara sekencang meriam betulan.
Sulitnya mencari bahan baku, tidak menyurutkan semangat masyarakat Pontianak melaksanakan Festival Meriam Karbit.
Baca Juga: 6 Kuliner Wajib Khas Pontianak, Kombinasi Budaya Lokal dan Tionghoa
3. Baraan
Tradisi Baraan dilakukan masyarakat di Bengkalis, Riau.
Tradisi ini berupa kebiasaan mengunjungi tetangga secara beramai-ramai.
Kelompoknya bisa sesuai komunitas. Misalnya baraan RT, baraan RW, baraan alumni sekolah atau baraan kantor.
Tuan rumah akan menyediakan berbagai menu khas Idul Fitri seperti ketupat, opor ayam, dan kue.
4. Tari Topeng, Muaro Jambi
Tradisi Tari Topeng yang berasal dari Muaro Jambi sudah berlangsung sejak ratusan tahun.
Tradisi ini muncul dari kisah pria yang terkena penyakit kusta dan diasingkan ke hutan.
Untuk menutupi jati dirinya dia menggunakan topeng ketika datang ke kampung.