Tidur di rumah ibadah
Ritual thudong bisa dibilang meneladani jejak Sang Buddha.
Ada perbedaan antara yang dilakukan para bhikkhu zaman dulu dengan sekarang.
Zaman dulu, bhikkhu tidur di alam terbuka, seperti di hutan, gua atau tempat kosong lainnya, karena belum banyak vihara.
Baca Juga: Tradisi Perayaan Waisak di Seluruh Dunia
Sama seperti perjalanan Sang Buddha yang juga tidur di hutan, gua, dan gunung.
Saat ini, pelaksanaan ritual thudong sudah disesuaikan dengan kondisi modern.
Para bhikkhu bisa menginap di vihara yang dilewatinya.
Baca Juga: 10 Contoh Ucapan Selamat Hari Raya Waisak, Cocok untuk Postingan Media Sosial
Bila tidak ada, mereka bisa menginap di tempat ibadah agama lain, seperti klenteng atau pesantren.
Tidur pun hanya dengan alas yang tidak lebih dari 50 cm. Bahkan sejumlah biksu tidur dengan posisi duduk.***