Tidur di rumah ibadah
Ritual thudong bisa dibilang meneladani jejak Sang Buddha.
Ada perbedaan antara yang dilakukan para bhikkhu zaman dulu dengan sekarang.
Zaman dulu, bhikkhu tidur di alam terbuka, seperti di hutan, gua atau tempat kosong lainnya, karena belum banyak vihara.
Baca Juga: Tradisi Perayaan Waisak di Seluruh Dunia
Sama seperti perjalanan Sang Buddha yang juga tidur di hutan, gua, dan gunung.
Saat ini, pelaksanaan ritual thudong sudah disesuaikan dengan kondisi modern.
Para bhikkhu bisa menginap di vihara yang dilewatinya.
Baca Juga: 10 Contoh Ucapan Selamat Hari Raya Waisak, Cocok untuk Postingan Media Sosial
Bila tidak ada, mereka bisa menginap di tempat ibadah agama lain, seperti klenteng atau pesantren.
Tidur pun hanya dengan alas yang tidak lebih dari 50 cm. Bahkan sejumlah biksu tidur dengan posisi duduk.***
Artikel Terkait
Warisan Budaya yang Tak Ternilai, Candi-Candi Peninggalan Kerajaan Buddha di Indonesia
Tidak Kalah Sakral dan Misterius, Ini 4 Candi Hindu dan Buddha yang Pernah Dibangun di Luar Pulau Jawa
Jelang Perayaan Waisak 2568 BE, InJourney Siap Sambut Ribuan Umat Buddha di Candi Borobudur
Berapa Harga Tiket Masuk Candi Borobudur di Pekan Libur Panjang Waisak 2024? Simak Informasinya
Temple Stay, Wisata Unik di Korea Selatan yang Membuka Kesempatan Belajar Menjalani Kehidupan ala Pendeta dan Biarawan Buddha