ragam

Kuliner Sumba yang Belum Sepopuler Keindahan Alamnya, Ada yang Tahan Berbulan-bulan Tanpa Pengawet

Selasa, 28 Mei 2024 | 17:00 WIB
Kaparak terbuat dari jagung goreng dicampur kacang, kelapa parut, dan gula pasir, lalu ditumbuk halus. (@travelinkmagz)

Cita rasa jagung titih gurih dan renyah. Ukurannya pun tidak terlalu besar seperti kerupuk kancing.

Baca Juga: Tersihir Keindahan Air Terjun Weekacura, Hidden Gem di Sumba yang Punya Pesona Memanjakan Mata

Jawada yang menggugah selera nyamil. (kecipir.com)

3. Jawada
Kue Jawada dikenal juga dengan sebutan kue rambut. Khas NTT, tapi kue ini banyak ditemukan di Sumba.

Kue Jawada terbuat dari tepung beras yang dicampur gula aren, santan, air nira dan garam.

Masaknya digoreng sampai kering. Tektsurnya garing dan bergerigi seperti rambut bergelombang.

Agar menghasilkan bentuk itu, saat digoreng, adonan dimasukan ke batok kelapa yang dilubangi.

Baca Juga: Ikon Wisata Kelas Dunia Ternyata Ada di Sumba Barat, Peninggalan Budaya Megalitikum Juga Ada di Desa Ini

4. Jagung cametak
Kuliner ini mirip dengan kolak.

Terbuat dari jagung, labu, kacang hijau dan merah, serta daun ubi dan jantung pisang.

Jagung cametak sangat kaya protein dan mengenyangkan. Cita rasanya gurih.

Baca Juga: Pesona Pantai Batu Nona di Kupang, NTT yang Kerap Dijuluki Pantai Patah Hati

5. Manggulu
Manggulu dodol khas Sumba. Terbuat dari campuran pisang dan kacang tanah yang dikeringkan.

Setelah itu, dibungkus daun pisang agar tahan lama. Cita rasanya manis dan asam.

Pisang yang biasa digunakan pisang kepok kuning, kepok putih, tanduk, atau nangka.

Konon di zaman penjajahan, tentara Belanda suka manggulu karena ukurannya yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana.

Halaman:

Tags

Terkini