ragam

Tempat Wisata di Yogyakarta yang Pernah Dikunjungi Ratu Elizabeth II dari Inggris Ini Kembali Dibuka untuk Umum

Rabu, 19 Juni 2024 | 20:00 WIB
Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung Yogyakarta atau Gedung Negara. (jogjaprov.go.id)

Kabar BUMN - Di tahun 1946, pemerintah sempat memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Yogyakarta.

Istana Kepresidenan Yogyakarta pun dibangun memanfaatkan bangunan yang sudah berdiri sebelumnya.

Di Istana Kepresidenan Yogyakarta ini Presiden RI bertempat tinggal dan bertugas pada tahun 1946-1949.

Baca Juga: 4 Hotel Kapsul yang Direkomendasikan di Yogyakarta, Ruang Tidur Sederhana Sesuai Kebutuhan dengan Tarif Menyesuaikan

Istana Kepresidenan Yogyakarta sempat dikenal juga dengan nama Istana Untuk Rakyat (Astura).

Kini istana ini lebih dikenal dengan nama lain, Gedung Agung Yogyakarta atau Gedung Negara.

Berikut beberapa fakta Istana Kepresidenan Yogyakarta yang beberapa waktu lalu ditutup untuk umum.

Baca Juga: Bukan Cuma Borobudur, Ini 7 Candi Buddha di Yogyakarta dan Sekitarnya!

Tempat tinggal Residen Belanda
Cikal bakal bangunan Istana Kepresidenan Yogyakarta dibangun Anthony Hendriks Smitssaerat di Mei 1824.

Sebagai Residen Yogyakarta ke-18, Anthony ingin ada istana yang berwibawa untuk residen Belanda.

Pembangunannya sempat tertunda karena Perang Dipenogoro tahun 1825-1830.

Baca Juga: Rasakan Sensasi yang Berbeda dengan Wisata Jeep di Yogyakarta, Tidak Lelah Fisik Tapi Mungkin Lelah Mental

Setelah perang usai, pembangunan dilanjutkan kembali dan selesai di tahun 1832.

Di tahun 1867, bangunan Residen Yogyakarta ke-18 tersebut hancur terdampak gempa bumi.

Halaman:

Tags

Terkini