Kabar BUMN - Di tahun 1946, pemerintah sempat memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Yogyakarta.
Istana Kepresidenan Yogyakarta pun dibangun memanfaatkan bangunan yang sudah berdiri sebelumnya.
Di Istana Kepresidenan Yogyakarta ini Presiden RI bertempat tinggal dan bertugas pada tahun 1946-1949.
Istana Kepresidenan Yogyakarta sempat dikenal juga dengan nama Istana Untuk Rakyat (Astura).
Kini istana ini lebih dikenal dengan nama lain, Gedung Agung Yogyakarta atau Gedung Negara.
Berikut beberapa fakta Istana Kepresidenan Yogyakarta yang beberapa waktu lalu ditutup untuk umum.
Baca Juga: Bukan Cuma Borobudur, Ini 7 Candi Buddha di Yogyakarta dan Sekitarnya!
Tempat tinggal Residen Belanda
Cikal bakal bangunan Istana Kepresidenan Yogyakarta dibangun Anthony Hendriks Smitssaerat di Mei 1824.
Sebagai Residen Yogyakarta ke-18, Anthony ingin ada istana yang berwibawa untuk residen Belanda.
Pembangunannya sempat tertunda karena Perang Dipenogoro tahun 1825-1830.
Setelah perang usai, pembangunan dilanjutkan kembali dan selesai di tahun 1832.
Di tahun 1867, bangunan Residen Yogyakarta ke-18 tersebut hancur terdampak gempa bumi.
Artikel Terkait
Istana Pura Mangkunegaran Jadi Cagar Budaya Pertama Gunakan Listrik EBT
Kafe Istana Merdeka, Lokasi di Daerah Pejabat dengan Harga Merakyat
4 Tempat Makan Gudeg di Yogyakarta yang Paling-Paling, Paling Lezat, Paling Tua, Paling Unik, Paling Pedas
Masih Jarang Dilirik, Ini Candi yang Kurang Dikenal di Yogyakarta
5 Jenis Gudeg di Yogyakarta dan Semarang, Tidak Melulu Terbuat dari Buah Nangka dan Manis