ragam

6 Kuliner Khas Ponorogo yang Masih Cukup Sulit Ditemukan di Daerah dan Kota Lain, Wajib Cicip Kalau ke Sana

Selasa, 2 Juli 2024 | 10:00 WIB
Jenang mirah khas Ponorogo ada yang dijual dalam potongan besar dan juga potongan kecil terbungkus plastik. (Kolase foto dari travelingyuk.com dan shopee.co.id)

Kabar BUMN - Tak seperti daerah lain, belum terlalu mudah menemukan tempat makan khas Ponorogo di kota lain.

Bahkan di Jakarta, tempat makan yang menjual kuliner khas Ponorogo baru sebatas warung pecel dan sate saja.

Padahal Ponorogo kaya akan kuliner yang tidak kalah lezat dari kuliner daerah lain.

Baca Juga: Jelajahi Keindahan Alam Ponorogo Bersama DAMRI! Tarif Mulai Rp7.000

1. Jenang Mirah
Jenang ini awal sekali diproduksi di Desa Mirah karena itu juga dinamakan dengan Jenang Mirah.

Ini berupa camilan manis yang terdiri dari tepung ketan merah, santan, dan gula merah.

Di atasnya ditaburi kelapa parut dan wijen hitam.

Sering juga dikombinasikan dengan buah-buahan. Teksturnya lembut dan mudah lumer di lidah.

Baca Juga: Makin Indah di Malam Hari, Telaga Ngebel Jadi Destinasi yang Wajib Dikunjungi saat ke Ponorogo

Sate kopok dengan kuah kuning dari bahan rempah. Masyarakat Ponorogo juga menyebutnya sate blendet. (koranmemo.com)

2. Sate Kopok
Selain sate ponorogo, masyarakatnya juga suka sate kopok. Sate ini mulai dijajakan tahun 1965.

Kopok dalam bahasa Jawa artinya kotoran dalam telinga.

Dinamakan demikian karena bentuk bumbunya yang kuning kental seperti kotoran dari telinga.

Bumbu kuning ini terbuat dari kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih dan kemiri.

Halaman:

Tags

Terkini