Baca Juga: Landscape Suluban Beach di Bali yang Eksotis, Tersembunyi di Balik Formasi Batu Kapur Alami
Diyakini pula kalau Kebo Iwa mampu menyelesaikan candi dalam sehari semalam.
Dari situlah munculnya nama Gunung Kawi. Gunung artinya pegunungan, kawi berarti pahatan.
Dulu kala candi ini menjadi tempat pemujaan leluhur, tempat meditasi, dan tempat belajar agama.
Baca Juga: Air Terjun Tukad Cepung, Bangli, Bali, dari Tempat Melukat Jadi Lokasi Wisata dan Foto Prewedding
Di pinggir sungai keramat
Masyarakat Bali percaya kalau Sungai Tukad Pakerisan merupakan sungai keramat.
Kekeramatan ini pula yang diduga yang menjadi alasan Candi Gunung Kawi dibangun di dekatnya.
Untuk mencapai candi ini harus menaiki 315 anak tangga yang dibuat dari batu cadas.
Di kiri kanan jalan pemandangannya sangat asri dan bisa mendengar suara sungai.
Baca Juga: Air Terjun Goa Raja, Mutiara Baru yang Masih Tersembunyi di Bangli, Bali Timur
Di bagian dalam candi terdapat ceruk pertapaan, Amarawati, yang dipahat pada tebing cadas.
Dipercaya diceruk digunakan sebagai tempat bertapa.
Di kompleks ini juga terdapat gapura dan tempat pertapaan, Geria Pedanda.
Para arkeolog percaya kalau ini makam perdana menteri atau pejabat tinggi kerajaan.
Baca Juga: Satu Hari Berwisata ke Bedugul, Tabanan, di Bali, Bisa ke Mana Saja?
Objek wisata
Hingga saat ini Candi Gunung Kawi masih digunakan masyarakat Bali.