Dulunya lebih dikenal dengan nama Pasar Batuan.
Baca Juga: 4 Pasar Tradisional Terkenal di Seluruh Dunia, Pesona yang Tidak Pernah Pudar di Tengah Modernitas
Bangunannya terdiri atas dua lantai dengan sekitar 80 toko perhiasan.
Sebagian besar intan yang dijual disematkan ke cincin, liontin, anting, atau perhiasan lainnya.
Sejak tahun 1990-an dibangun juga kompleks pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS).
Ini untuk melengkapi toko-toko di Pasar Martapura. Komoditinya juga fokus ke intan dan batu permata lain.
Baca Juga: 4 Pasar Barang Antik atau Bekas di Jakarta, Tempatnya Berburu Barang Langka dengan Harga Miring
Kreasi pengrajin lokal
Hasil desain perhiasan di Pasar Intan Martapura dilakukan pengrajin lokal yang terkenal sejak lama.
Adapun intan mentahan dijual masih dalam bentuk batu atau bongkahan.
Umumnya batu yang dijual yang ditambang secara tradisional oleh masyarakat setempat.
Baca Juga: Daftar Pasar-pasar Unik di Indonesia, Ada yang Buka di Tengah Hutan hingga Jajakan Barang Bekas
Selain intan di sini juga ada batu-batu mulia lainnya.
Seperti berlian, zamrud, rubi, merah delima, giok, biduran bulan, dan mutiara.
Penjual di sini tidak hanya menjual batu asli dari Martapura tapi juga dari permata dari luar negeri.