Air terjun ini terlihat lebih indah dengan aliran yang deras saat musim hujan.
Di musim hujan juga akan muncul jadi tiga air terjun.
Di dekat ini terdapat gua Gua Dowo, yang konon jadi latar kisah Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya.
Air Terjun Joko Tingkir berlokasi di jalan Sitalang, Krajan, Kauman Kidul, Sidorejo, Salatiga.
Tempat ini belum ada pengelola khusus sehingga masuknya gratis.
3. Mata Air Benoyo
Mata Air Benoyo dibangun zaman Hindia Belanda. Terlihat dari bentuk kolamnya yang dari batu-batu kali.
Mata airnya berasal dari air pengunungan sehingga jernih dan dingin.
Di malam 1 Suro, penduduk setempat sering melakukan ritual kungkum atau berendam semalaman.
Baca Juga: Menjajal Hotel Tersempit di Indonesia, Pitu Rooms Salatiga yang Sajikan View Gunung Merbabu
Mata Air Benoyo lokasinya di tengah perkampungan penduduk.
Sejak tahun 2019, Mata Air Benoyo dikembangkan secara serius sebagai tempat wisata.
Tempat ini dilengkapi dengan taman terbuka dan kolam yang ditaburi bibit ikan.
Mata Air Benoyo berlokasi Desa Benoyo, Kelurahan Kutowinangun Lor.
Baca Juga: Cuma 8 Menit dari Tol Salatiga, Banyoe Angkringan Tawarkan Makan-Makan With A View