Di sini dua tokoh nasionl ini bertemu dengan tokoh lain yang sudah lebih dulu diasingkan.
Baca Juga: Selain Harga Tiket Pesawat, Liburan ke Banda Neira Tidak Mahal-mahal Amat, Ini Perkiraan Biayanya
Yaitu Iwa Koesoemasoemantri dan dr. Cipto Mangunkusumo.
Moh Hatta dan Sutan Sjahir tinggal di rumah De Vries yang sedang tinggal di Batavia.
Mereka diasingkan selama enam tahun (1936-1942).
Ende
Ende jadi kota tempat Soekarno diasingkan pada tahun 1933.
Soekarno diasingkan karena aktivitas politiknya yang membahayakan pemerintah Hindia Belanda.
Selama pengasingan ini Soekarno tinggal di Kampung Ambugaga, Kelurahan Kotaraja.
Rumah sederhana ini milik Haji Abdullah Ambuwaru, dengan pohon sukun di dekat rumah.
Baca Juga: Napak Tilas Jejak Bung Karno dari Tiga Tempat Bersejarah di Blitar
Pohon ini jadi tempat Soekarno untuk mencari insiprasi, salah satunya tentang Pancasila.
Di Ende, Soekarno diasingkan selama empat tahun (1934-1938).
Ia membawa keluarga, yang terdiri atas Inggit Garnasih (istri), Ibu Amsi (mertua).
Juga kedua anak angkatnya, Ratna Djuami dan Kartika.