ragam

Wisata Sejarah di Kota Tertua di Indonesia, Salatiga, Banyak Bangunan Warisan Kolonial yang Estetik

Jumat, 6 September 2024 | 11:30 WIB
Gereja GPIB Tamansari merupakan gereja tertua di Salatiga. Dibangun tahun 1823. (wikipedia.org/Fandy Aprianto Rohman)

Kabar BUMN - Di pulau Jawa, Salatiga merupakan kota tertua. Adapun di Indonesia, tertua kedua setelah Palembang.

Salatiga diperkirakan berdiri sejak 24 Juli 750 Masehi sebagai wilayah perdikan.

Cuaca Salatiga cenderung sejuk karena berada di daerah pegunungan tinggi, suasananya tenang.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Keluarga di Dago, Kawasan Elitnya Bandung Sejak Zaman Hindia Belanda

Di masa penjajahan, Salatiga menjadi lokasi liburan dan peristirahatan warga Belanda.

Karenanya banyak bangunan bergaya Belanda di kota kecil di Jawa Tengah tersebut.

Bangunan bersejarah zaman kolonial ini tidak sedikit yang masih bertahan di Salatiga.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Keluarga di Dago, Kawasan Elitnya Bandung Sejak Zaman Hindia Belanda

1. Hotel Pension van Bloomestein
Bangunan hotel ini diperkirakan umurnya lebih dari 100 tahun. Lokasinya di jalan Dipenogoro, Salatiga.

Bangunan ini berbentuk segi delapan dengan dua menara kembar.

Hotel ini sering dijadikan tempat menginap tuan tanah dan pegawai pemerintahan Hindia Belanda.

Saat ini hotel Pension berubah fungsi menjadi Wisma BCA.

Baca Juga: Bernostalgia ke Bandoengsche Melk Centrale 1928, Restoran di Bandung yang Berdiri Sejak Zaman Belanda

Gedung Papak yang kini menjadi kantor Wali Kota Salatiga. (tourism.salatiga.go.id)

Halaman:

Tags

Terkini