ragam

5 Tradisi Maulid Nabi di Beberapa Daerah di Indonesia, Menyertakan Masyarakat, Menarik Perhatian Turis

Selasa, 10 September 2024 | 14:00 WIB
Pasar Malam Sekaten hampir selalu digelar dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. (yogyaupdate.com)

Baca Juga: Jelang Maulid Nabi Muhammad 1446 H, Ini 7 Wisata Religi di Indonesia

Acara Grebeg Maulud di Keraton Kasunanan Surakarta. (pariwisatasolo.surakarta.go.id)

2. Grebeg Maulud
Grebeg Maulud merupakan puncak dari perayaan sekaten yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal.

Di acara ini dibuat gunungan berisikan hasil bumi, seperti beras, makanan, buah-buahan, dan sayur mayur.

Gunungan menjadi perlambang ucapan syukur dan doa atas kesejahteraan keraton.

Baca Juga: Grebeg Syawal Yogyakarta, Tradisi Rebutan Gunungan Penuh Berkah

Setelah didoakan gunungan akan dibagi-bagikan pada masyarakat.

Biasanya masyarakat akan berebutan mengambil makanan dari gunungan.

Dipercaya makanan tersebut akan membawa berkat.

Baca Juga: Erick Thohir: Maulid Jadi Momen Akselerasi Ekonomi Syariah

3. Memasak Kuah Beulangong
Makanan khas Aceh ini mirip gulai kuah merah. Isiannya daging sapi atau kambing dicampur nangka muda.

Tradisi memasak kuah beulangong sering dilakukan di masjid-masjid.

Masak kuah beulangong dilakukan menggunakan kuali besar dan hanya boleh dilakukan kaum pria.

Proses memasaknya pun unik. Kuali hanya boleh diaduk berlawanan dengan jarum jam sambil bersalawat.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Aceh yang Wajib Dicoba, Ada Sate Matang hingga Kuah Pliek U

Uang kertas dipasang di ranting-ranting buatan sebagai bagian tradisi Bunga Lado yang dilakukan masyarakat Padang Pariaman, Sumatra Barat. (paritmalintang.padangpariamankab.go.id via jurnalistika.id)

4. Bungo Lado
Ini tradisi masyarakat Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Halaman:

Tags

Terkini