ragam

5 Tradisi yang Dilakukan Umat Hindu Bali di Hari Raya Galungan, Simbolkan Kemenangan Dharma atas Adharma

Jumat, 27 September 2024 | 20:00 WIB
Tradisi mapeed saat perayaan Galungan di Bali. (kintamani.id)

Kabar BUMN - Selama tanggal 25 September-5 Oktober ini, umat Hindu Bali merayakan hari raya Galungan.

Galungan merupakan perayaan khusus yang dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Bali.

Perayaan Galungan selalu dimulai pada hari Rabu Kliwon, sesuai wuku dulungan dalam kalender Bali.

Baca Juga: 4 Lokasi Melukat di Bali, Tempat Membersihkan Diri dari Unsur Negatif dalam Hidup

Galungan adalah simbol dari hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).

Perayaan ini sering dikaitkaan dengan cerita perang antar Bhatara Indah dan Mayadenawa.

Selama perayaan ini berlangsung sejumlah tradisi yang dilakukan masyarakat Hindu Bali.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Spiritual di Bali yang Wajib Kamu Kunjungi

1. Ngelawang Barong
Ngelawang diambil dari kata lawang yang dalam bahasa Bali berarti pintu.

Ini tradisi mengarak barong bangkal dari pintu ke pintu rumah warga di dalam satu banjar (desa).

Tujuannya untuk mengusir roh jahat yang mengganggu desa. Barong berkeliling ditemani musik gamelan.

Baca Juga: 6 Wisata di Bali Utara yang Direkomendasikan Jika Ingin Bebas dari Overtourism

Ada dua penari barong, satu memegang kepala barong dan satu lagi memegang ekornya.

Mereka mengenakan topeng barong dengan wujud babi yang mukanya menyeramkan.

Halaman:

Tags

Terkini