ragam

Benteng-benteng Peninggalan Belanda yang Masih Berdiri Kokoh di Jawa Tengah

Senin, 4 November 2024 | 08:30 WIB
Benteng Vastenburg, Solo, setelah lama terbengkalai direstorasi di tahun 2014. (bob.kemenparekraf.go.id)

Kabar BUMN - Beratus tahun lalu, pulau Jawa, terutama Jawa Tengah, menjadi salah pusat kolonialisme pemerintah Belanda.

Sebagai perlindungan dari musuh juga pusat ketahanan militer, Belanda banyak mendirikan benteng.

Begitu kokoh bangunannya, tidak sedikit benteng Belanda yang masih berdiri hingga sekarang.

Benteng-benteng yang terpelihara baik banyak yang menjadi destinasi wisata sejarah.

Baca Juga: Jelajah Benteng Peninggalan Masa-masa Penjajahan dan Perjuangan Kemerdekaan yang Masih Tersisa di Indonesia

1. Benteng Pendem
Benteng Pendem berada di kota pinggir pantai Cilacap. Lokasinya di dekat pantai tapi sering tidak terlihat.

Posisinya sengaja didesain di bawah tanah.

Karena itu juga dinamakan pendem, dalam bahasa Jawa artinya terpendam.

Baca Juga: Pantai Indah Widarapayung, Wisata Alam dengan Fasilitas Memadai di Cilacap, Pemandangan Sunsetnya Juara

Benten Pendem didirikan tahun 1861 sampai 1879 dengan luas 10,5 hektare.

Benteng dibangun di bawah tanah untuk mengintai musuh, sekaligus tempat berlindung.

Hingga 1986 benteng ini sempat terbengkalai.

Pemerintah lalu melakukan penggalian dan menjadikannya tempat wisata.

Baca Juga: Pantai Sodong, Pantai Asri di Cilacap yang Dikelilingi Hutan Cemara dan Pegunungan Hijau

2. Benteng Vredeburg
Ini benteng paling terkenal di Pulau Jawa. Tepatnya di Yogyakarta, lokasinya dekat Keraton Yogyakarta.

Halaman:

Tags

Terkini