Kalau ya, mereka menawarkan upacara agar arwah keluarga bisa tenang di alam sana.
Setibanya di tempat upacara mereka memaksa turis menyumbang dalam jumlah tertentu.
Modus lain, ada gadis berpakaian tradisional mengajak turis datang ke satu upacara tradisional.
Iming-imingnya bisa dapat makan dan pakai baju tradisional gratis.
Begitu tiba di tempat, mereka akan memaksa donasi dengan jumlah yang tinggi.
Baca Juga: Tips Naik Transportasi Umum Saat Liburan di Korea Selatan
3. Biksu gadungan
Di tempat wisata sering terlihat seseorang menggunakan baju biksu atau pendeta Buddha berkeliling.
Mereka akan memberi jimat gratis. Bila diterima, mereka akan memaksa sejumlah uang untuk donasi.
Bahkan mereka akan menunjukan foto-foto kuil dan sejumlah nama yang sudah menyumbang.
Ini akan membuat turis merasa tidak enak hati dan terpaksa menyumbang.
Baca Juga: Kuliner Kaki Lima Korea Selatan yang Ekstrem, Perlu Keberanian untuk Mencobanya
4. Wisata belanja tipuan
Hati-hati saat memilih paket wisata. Sering kali rombongan turis digiring masuk ke satu toko.
Setelahnya dipaksa membeli barang-barang yang dijual di toko.
Harga barangnya pun sengaja dipatok sangat tinggi. Bila tidak mau membeli, tidak boleh keluar dari toko.
Model penipuan seperti ini paling banyak dikeluhkan turis yang berlibur di Seoul.