Belajar bertahun-tahun
Chado tidak bisa dibawakan sembarang orang. Ia harus melalui serangkaian pelatihan.
Dari meracik, membersihkan penyeduh, sampai menuangkan teh, harus dilakukan detail dan elegan.
Ada empat filosofi khusus dibalik setiap gerakannya.
Yakni, wa (harmoni), kei (rasa hormat), sei (kesucian) dan jaku (ketenangan).
Upacara minum teh dilengkapi dengan sejumlah alat pembuat teh khusus.
Yaitu chakin (lap pembersih), chashaku (sendok teh), chasen (pengaduk teh), chawan (mangkuk teh) dan ketel.
Baca Juga: 5 Festival Musim Gugur di Jepang yang Paling Terkenal, Salah Satunya Umurnya Lebih dari 400 Tahun
Beberapa rumah teh yang sudah lama memiliki alat chado yang umurnya sudah puluhan tahun.
Teh yang digunakan pun bukan sembarang teh hijau, tapi matcha khusus.
Misalnya saja matcha dari Uji, Kyoto.
Baca Juga: 5 Kuliner Khas Kyoto, Jepang, Serba Mewah dan Khas Bangsawan di Bekas Ibu Kota Tersebut
Dilakukan di ruangan khusus
Upacara chado biasanya dilakukan di ruang minum teh khusus atau di taman.