ragam

Reog Ponorogo Masuk Daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, Begini Fakta-Faktanya

Minggu, 8 Desember 2024 | 07:00 WIB
Singo Barong menjadi daya tarik utama pertunjukan Reog Ponorogo. (mtsnfkemuning.blogspot.com)

Kabar BUMN - Satu lagi kesenian asal Indonesia yang mendapat pengakuan dari UNESCO, Reog Ponorogo.

3 Desember 2024, Reog Ponorogo resmi masuk dalam Daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

Pengakuan UNESCO ini menjadi momen penting pelestarian seni budaya Indonesia, terutama Reog Ponorogo.

Dengan masuknya Reog Ponorogo dalam daftar itu, kesempatan dikenali dunia semakin luas.

Baca Juga: 4 Destinasi Wisata Alam di Ponorogo, Mungkin Sekali Terpikat dengan Keindahannya di Pandangan Pertama

Berunsur magis
Reog Ponorogo awalnya bernama barongan yang diperkenalkan Ki Ageng Suryongalam dari Bali.

Reog merupakan tarian tradisional untuk hiburan rakyat dan mengandung unsur magis.

Ada dua jenis Reog Ponorogo yang dikenal yaitu Reog Obyog dan Reog Festival.

Baca Juga: 6 Kuliner Khas Ponorogo yang Masih Cukup Sulit Ditemukan di Daerah dan Kota Lain, Wajib Cicip Kalau ke Sana

Seni Reog Obyog terdiri atas 2-3 tarian pembukaan. Biasanya dipentaskan tanpa pakem tertentu.

Sementara Reog Festival ditampilkan dengan pakem tertentu yang sudah ditetapkan.

Reog festival sering dimunculkan pada acara tahun festival reog yang diadakan Pemda Ponorogo.

Baca Juga: Jelajahi Keindahan Alam Ponorogo Bersama DAMRI! Tarif Mulai Rp7.000

Tokoh warok dalam pertunjukan Reog Ponorogo. (jembertourism.jemberkab.go.id)

Perang antara dua kekuatan magis
Ada sejumlah versi sejarah Reog Ponogoro, yang paling terkenal versi kisah Raja Kelana Suwandana.

Halaman:

Tags

Terkini