ragam

Fakta Kembang Api, Ditemukan Secara Tidak Sengaja, Digunakan untuk Menakuti Arwah Jahat

Jumat, 27 Desember 2024 | 20:10 WIB
New York, salah satu kota di dunia yang menampilkan atraksi kembang api termegah saat tahun baru. (Freepik/TravelScape)

Antara tahun 600-900 M, ahli kimia Tiongkok mencampurkan potassium nitrate, sulfur, dan batubara.

Reaksinya menghasilkan semburan api.

Mereka kemudian melakukan eksperimen dengan memasukkan campuran ini dalam batang bambu.

Baca Juga: 6 Tempat Terbaik di Singapura untuk Merayakan Tahun Baru 2025, Ada Pesta Kembang Api hingga Pertunjukan Cahaya Spektakuler

Awalnya semburan ini ditujukan pada musuh dan sering jadi pertanda diawalinya sebuah perang.

Seiring perkembanga, batang bambu yang diberi serbuk kimia ini digunakan untuk memeriahkan pesta.

Batang bambu diisi bubuk kimia dan dilontarkan ke udara. Hasilnya kembang api yang dikenal sekarang.

Baca Juga: Festival Musim Gugur di Korea, Mulai Dari Pertunjukan Tertua Hingga Pesta Kembang Api

3. Italia yang menciptakan kembang api berwarna
Konsep warna kembang api di Tiongkok kemudian disempurnakan orang Italia.

Tahun 1830, seorang ahli piroteknik (ahli bahan peledak) melakukan eksperimen.

Ia membuat cangkang yang berisi zat kimia yang mampu mengeluarkan bermacam-macam warna dan ledakan besar.

Baca Juga: Destinasi Malam Tahun Baru di Lampung: Pantai Ini Hadirkan Acara Spesial yang Diisi Live Music, BBQ hingga Pesta Kembang Api

Dari sinilah munculnya kembang api berwarna-warni.

Saat ini kembang api modern mengikuti konsep dasar dari ahli piroteknik Italia.

Semua kembang api sebelum dilontarkan diletakkan dalam cangkang atau roket kecil.

Halaman:

Tags

Terkini