Antara tahun 600-900 M, ahli kimia Tiongkok mencampurkan potassium nitrate, sulfur, dan batubara.
Reaksinya menghasilkan semburan api.
Mereka kemudian melakukan eksperimen dengan memasukkan campuran ini dalam batang bambu.
Awalnya semburan ini ditujukan pada musuh dan sering jadi pertanda diawalinya sebuah perang.
Seiring perkembanga, batang bambu yang diberi serbuk kimia ini digunakan untuk memeriahkan pesta.
Batang bambu diisi bubuk kimia dan dilontarkan ke udara. Hasilnya kembang api yang dikenal sekarang.
Baca Juga: Festival Musim Gugur di Korea, Mulai Dari Pertunjukan Tertua Hingga Pesta Kembang Api
3. Italia yang menciptakan kembang api berwarna
Konsep warna kembang api di Tiongkok kemudian disempurnakan orang Italia.
Tahun 1830, seorang ahli piroteknik (ahli bahan peledak) melakukan eksperimen.
Ia membuat cangkang yang berisi zat kimia yang mampu mengeluarkan bermacam-macam warna dan ledakan besar.
Dari sinilah munculnya kembang api berwarna-warni.
Saat ini kembang api modern mengikuti konsep dasar dari ahli piroteknik Italia.
Semua kembang api sebelum dilontarkan diletakkan dalam cangkang atau roket kecil.