Baca Juga: Ini Hotel-hotel di Jakarta untuk Menyaksikan Kemeriahan Pesta Kembang Api di Malam Pergantian Tahun
4. Hasil campuran bahan kimia
Bahan dasar kembang api adalah bahan-bahan kimia yang harus dijaga dengan baik.
Warna yang muncul di kembang api hasil campuran berbagai zat kimia yang sengaja dibakar dalam panas tertentu.
Campuran strontium dan lithium menghasilkan warna merah gelap.
Baca Juga: Kota-kota di Dunia yang Memeriahkan Pergantian Tahun dengan Pesta Kembang Api Termegah
Cooper menghasilkan warna biru, titanium dan magnesium menghasilkan warna perak dan putih.
Sementara calcium menghasilkan warna orange.
Karena kandungan kimia pada setiap kembang api, banyak pecinta lingkungan tidak suka.
Ketika kembang api dinyalakan, sejumlah zat kimia beracun terlepas di udara dan menciptakan polusi udara.
Polusinya bisa berbahaya untuk manusia. Seperti, Barium Nitrate menyebabkan masalah paru-paru.
Sedangkan oxidiazer potassium perchlorate diyakini bisa menyebabkan masalah thyroid.***
Artikel Terkait
Fakta Tentang Gunung Fuji, yang Pemandangannya Kini Kembali Ditutupi Pemerintah Jepang
Fakta Tentang Puncak, Bogor, yang Sejak Zaman Belanda Sudah Memikat Orang untuk Liburan ke Sana
Fakta dan Sejarah Di Balik Kemegahan dan Keindahan Kastel Osaka yang Menjadi Pemersatu Jepang
Reog Ponorogo Masuk Daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, Begini Fakta-Faktanya
Gereja Notre Dame Paris Kembali Dibuka Setelah 5 Tahun Ditutup. Ini Fakta-fakta Dibaliknya
Fakta seputar Santa Claus, Awalnya Tidak Berbaju Merah dan Perutnya Buncit