Diberi nama julian untuk menghormati Janus, Dewa Awal Tahun. Istilah Januari pun diambil dari namanya.
Perhitungan kalender Julian awalnya berdasarkan bulan tapi setiap tahun sering tidak sinkron dan menyulitkan.
Di masa Kaisar Julius, ia meminta ahli astronomi dan matematika membuat kalender berdasarkan perputaran matahari.
Dari situlah, perhitungan kalender julian mulai menggunakan perhitungan matahari.
Baca Juga: 5 Kota di Dunia yang Menampilkan Atraksi Kembang Api Termegah Saat Tahun Baru
Dalam penggunaan kalender julian, pergantian tahun berlangsung 4 tahun sekali.
Pada awal penggunaan kalender Julian, tanggal tahun baru sering berganti-ganti.
Sempat diputuskan 29 Agustus. Sempat pula 23 Agustus bersamaan dengan ulang tahun kaisar.
Kemudian diganti lagi dengan tanggal 1 September.
Baca Juga: Fakta Kembang Api, Ditemukan Secara Tidak Sengaja, Digunakan untuk Menakuti Arwah Jahat
3. Setiap 4 tahun sekali
Kalender julian yang tahun barunya setiap 4 tahun sekali menyebabkan banyak salah perhitungan putaran matahari.
Perbedaan ini pertama kali diamati Paus Gregory.
Pemimpin gereja katolik di Roma ini kemudian memperbaikinya.
Sejak saat itu kalender julian tidak lagi digunakan dan berubah menjadi kalender gregorian.