Masjid tua
Daya tarik lain di Kampung Ketandan adalah masjid tua An Nur yang dibangun tahun 1914.
Masjid An Nur memiliki arstitektur bergaya Jawa lama.
Pada pintu masuknya dikelilingi pilar-pilar besar, jendela besar dengan teralis besi.
Ada sebuah plakat bertuliskan 1915-1958 yang mengambarkan tahun pembangunannya.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan di Sekitar Taman Bungkul, Surabaya
Awalnya Masjid An Nur hanya langgar.
Setelah itu direnovasi menjadi masjid tanpa mengubah keaslian pintu, jendela, kusen dan pilar-pilarnya.
Di masjid ini tersimpan 28 botol keramik kuno dengan cap pabrik pembuatnya di Rotterdam,Belanda.
Baca Juga: Jelajah Kampung Peneleh, Kampung Tertua di Surabaya yang Menyimpan Banyak Kisah dan Sejarah
Balai budaya
Setelah Kampung Ketandan dijadikan kampung wisata, tempat ini ditambah Balai Budaya Cak Markeso.
Didirikan tahun 2016 balai ini bertujuan untuk menampung anak-anak untuk belajar budaya.
Nama Cak Markeso dipilih sebagai bentuk penghormatan pada sosoknya yang merupakan seniman besar di Surabaya.
Baca Juga: Tempat Makan Legendaris dekat Stasiun Gubeng, Surabaya, Harganya Tidak Lebih dari Rp50.000
Balai ini juga menjadi pusat UMKM. Ada 40 UMKM yang selalu meramaikan event Tunjungan Romansa.