2. Grebeg
Grebeg merupakan upacara adat yang paling mengundang wisatawan datang ke Yogyakarta.
Grebeg diambil dari kata gumrebeg yang artinya riuh dan ramai.
Dalam filosofi Jawa diartikan juga keramaian untuk mengiringi raja, pembesar, dan pengantin.
Saat Grebeg ini ada prosesi sedekah dari keraton berupa gunungan yang diarak keliling kota.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Ramah Anak di Yogyakarta, Agendakan ke Sini untuk Liburan Akhir Tahun
Gunungan ini digantungi berbagai hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan dan jajanan.
Setelah diarak gunungan akan diperebutkan masyarakat, yang percaya itu penuh dengan berkat.
Grebeg dilakukan tiga kali dalam setahun.
Yaitu Grebeg Syawal saat ldul Fitri, Grebeg Maulud dan Grebeg Idul Adha.
Baca Juga: Cocok untuk Liburan, Ini Ide Aktivitas Seru di Menoreh View Kulon Progo, Yogyakarta
3. Labuhan
Ini tradisi yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Islam yang didirikan Panembahan Senopati.
Ini merupakan upacara melarung atau membuang sesuatu ke dalam air, baik itu sungai atau laut.
Di upacara ini Keraton Yogyakarta akan memberikan sesaji pada roh halus yang menguasai tempat tersebut.
Biasanya upacara ini dilakukan pada saat tertentu saja.
Baca Juga: Pesona Sisa Gunung Batu yang Juga Menjadi Petilasan di Taman Wisata Alam Batu Gamping, Yogyakarta