ragam

Khidmat dan Penuh Makna, Ini Upacara Adat di Bali yang Pelaksanaannya Juga Diminati Turis

Jumat, 10 Januari 2025 | 08:30 WIB
Proses pembakaran jenazah dalam ritual ngaben yang menjadi tradisi pemakaman masyarakat Bali. (kesrasetda.bulelengkab.go.id)

2. Ogoh-Ogoh
Satu malam sebelum Malam Tahun Baru Saka masyarakat desa akan berkeliling membawa ogoh-ogoh.

Proses arak-arakan ini sambil diiringi musik gamelan. Dimulai dari sore sampai malam.

Ogoh-ogoh merupakan patung yang dibentuk dengan sosok mengerikan.

Baca Juga: Wisata dan Tradisi Unik Pura Tambangan Badung, Salah Satu Pura Tertua di Denpasar, Bali

Karakter-karakter tersebut mencerminkan sifat manusia yang negatif.

Setelah diarak, patung kemudian dibakar. Ini perlambang dibuangnya sifat negatif di hari raya Nyepi.

Pawai ogoh-ogoh jadi satu atraksi menarik yang ditunggu semua orang di Bali.

Bahkan jalur pawai pun sudah diberitakan secara meluas untuk mengundang penonton.

Baca Juga: Keelokan dan Magisnya Patung Bidadari Berselendang Setinggi 10 Meter di Taman Dedari, Ubud, Bali

Diawali sembahyang di pura, melasti dilanjutkan dengan menghanyutkan segala kotoran dan dosa dengan air suci. (panbelog.wordpress.com)

3. Melasti
Selain Ogoh-ogoh, upacara adat lain juga dilakukan saat menyambut Nyepi, yaitu, Melasti.

Upacara ini merupakan ritual penyucian diri yang dilaksanakan di pura.

Lokasi pura harus dekat dengan sumber air kehidupan. Misalnya laut, danau, atau sungai.

Baca Juga: Air Terjun Nungnung, Solusi Tempat Liburan di Bali untuk yang Bosan dengan Pantai

Sebelumnya, diadakan dulu sembahyang yang dipimpin pinandita atau pendeta Bali.

Halaman:

Tags

Terkini