Kabar BUMN - Sejumlah rutinitas akan berubah saat menjalankan ibadah puasa, seperti jam tidur dan jam makan.
Perubahan siklus ini, terutama jam tidur, sedikit banyak akan memengaruhi ritme bekerja.
Beberapa orang mungkin merasa jam tidur berkurang dan jadi lemas di siang hari.
Siasati masalah itu dengan memastikan tetap bisa punya tidur yang cukup. Berikut yang bisa dilakukan.
Baca Juga: Waspadai! Ini Penyakit yang Sering Muncul Selama Menjalankan Puasa
1. Tidur yang cukup
Tidur cukup sangat penting. Karena itu penuhi waktu tidur 8 jam atau minimal 6 jam setiap harinya.
Untuk pengaturan tidur antara 6-8 jam per hari, bisa dibagi.
Misal tidur 5 jam, dari jam 22.00-03.00. Bangun untuk sahur.
Setelah sholat subuh, tidur 1-2 jam dari jam 05.00-06.00 atau 07.00 untuk berisitirahat.
Baca Juga: Bahaya Langsung Tidur Usai Sahur, Ini Waktu yang Tepat untuk Beristirahat
2. Power nap
Power nap atau tidur siang singkat sangat dianjurkan untuk mendapatkan energi.
Lakukan di meja kerja saja. Tidak perlu lama-lama, power nap cukup sekitar 15-30 menit.
Bila punya kubikel atau ruang kerja terpisah dari yang lain, bisa matikan lampu dan berbaring di matras tipis.
Jangan lupa pasang alarm agar tidak kebablasan.
Baca Juga: Power Nap, Tidur Siang di Kantor Selama 10 Menit, Cukup Untuk Mengembalikan Stamina Tubuh
3. Tidur dan bangun di jam yang sama
Barengi perubahan aktivitas dengan perubahan rutinitas. Atur ulang jam bangun dan tidur.