Dengan adanya proses autofagi, sel-sel yang rusak dibuang dan diganti sel baru.
Dalam proses autofagi ini sejumlah mikroorganisme parasit (bakteri dan virus) pun ikut dihancurkan.
Baca Juga: Ide Menu Sahur Sehat untuk Penderita Maag, Puasa Seharian Tanpa Perut Perih
Puasa minimal 12 jam
Ada beberapa hal yang bisa membuat tubuh melakukan proses autofagi. Salah satunya berpuasa.
Dibutuhkan jangka waktu tertentu untuk menciptakan proses autofagi.
Umumnya sel akan memakan sendiri setelah perut kosong selama 12-19 jam.
Baca Juga: 9 Makanan Penyebab Bau Mulut, Wajib Dihindari Saat Puasa Ramadan
Karena itu, ketika seseorang menjalankan puasa selama 14 jam, maka terjadilah proses autofagi.
Selain puasa di bulan Ramadan, sedang tren intermittent fasting untuk menciptakan kondisi autofagi.
Ini merupakan metode tidak makan atau berpuasa dalam jangka waktu tertentu.
Ada yang 12 jam, 16 jam, atau 18 jam seharinya.
Selama masa itu, hanya diizinkan minum tetapi nol kalori, misalnya air putih, teh pahit, atau kopi pahit.
Autofagi juga bisa didapatkan dengan menerapkan model puasa 5:2.
Artinya selama 5 hari orang bisa makan apa saja lalu puasa selama 2 hari dalam seminggu.
Selama 2 hari orang wajib membatasi asupan kalori hanya 500 - 600 kalori per hari.