ragam

Fakta Menarik Pawai Ogoh-Ogoh, Kegiatan yang Wajib Dilaksanakan dalam Rangkaian Perayaan Nyepi di Bali

Kamis, 27 Maret 2025 | 15:30 WIB
Ogoh-ogoh menjadi manifestasi Butha Kala yang melambangkan karakter negatif dalam diri manusia. (radarbali.jawapos.com)

Kabar BUMN - Di tahun 2025 ini, hari raya Nyepi jatuh pada tanggal 29 Maret.

Hari raya Nyepi diperingati dalam satu rangkaian dengan makna yang mendalam.

Sebelum perayaan Nyepi, masyarakat Hindu Bali akan mengadakan pawai ogoh-ogoh.

Berikut fakta pawai ogoh-ogoh yang tak hanya bagian tradisi agama, juga menjadi atraksi wisata di Bali.

Baca Juga: Pawai Ogoh-Ogoh di TMII: Tradisi Nyepi yang Sarat Makna

1. Simbol Butha Kala
Pawai ogoh-ogoh biasanya dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Nyepi.

Masyarakat Bali menyebutnya dengan sebutan malam Pengerupukan.

Saat pawai berlangsung ada patung raksasa diarak sambil digoyang-goyangkan dengan semangat.

Dalam bahasa Bali, gerakan menggoyang-goyangkan ini disebut ogah-ogah.

Baca Juga: Perayaan Nyepi 2025, Jadwal DAMRI ke Bali Mengalami Penyesuaian

Dari situlah munculnya nama ogoh-ogoh.

Patung itu sendiri menggambarkan Bhuta Kala yang memiliki kepribadian buruk.

Seperti kekuatan buruk, ketidakmurnian, dan angkara murka yang memengaruhi manusia.

Setiap manusia harus menjaga diri mereka dari energi negatif yang muncul dari Butha Kala.

Baca Juga: Sambut Hari Raya Nyepi, Ini Hal-hal yang Tidak Boleh Kamu Lakukan!

Halaman:

Tags

Terkini