ragam

Jelajah Kampung Nelayan di Pesisir Barat Bali, Desa Perancak, Pilihan Wisatanya Beragam dan Unik

Selasa, 8 April 2025 | 15:30 WIB
Desa Perancak letaknya di pesisir pantai barat pulau Bali dan merupakan kampung nelayan. (Instagram/@blvtm)

Pedetan merupakan teknik mengeringkan ikan di mana ikan dibelah dua menjadi lebar.

Setelah tulang dan kepala dibuang baru diberi bumbu dan dikeringkan selama 3-5 hari.

Tergantung pembuatnya, bumbu ikan pedetan bervariasi.

Baca Juga: Kokoh di Tengah Persaingan, Bhineka Djaja Menjadi Toko Kopi Tertua dan Legendaris di Bali

Umumnya garam, ketumbar, gula kelapa, merica, cabai, jahe, dan bawang putih.

Ikan pedetan akan dibungkus besek atau nyiru dan bisa tahan sampai enam bulan.

Ikan pedetan bisa diolah dengan cara digoreng, ditumis, pindang, atau dibuat jadi sambal.

Komoditi ini tidak hanya disukai di Bali tapi juga sampai Labuan Bajo dan daerah lain.

Baca Juga: Hidden Canyon Beji Guwang: Destinasi Memukau di Bali yang Menantang, Masih Jarang Diketahui Wisatawan!

Ikan pedetan khas Desa Perancak, Jembrana, Bali. (Facebook/Bedeta Kocing Khas Negara Mama agung)

Tempat penangkaran penyu
Selain bisa melihat dari dekat kehidupan nelayan, di Desa Perancak juga bisa melihat penyu.

Di sini terdapat tempat penangkaran dan pelestarian penyu.

Penyu ini dari telur-telur yang ditinggalkan induknya di pantai dan berhasil diselamatkan sebelum diambil orang.

Jenis penyu di Desa Perancak antara lain penyu sisik, penyu hijau, penyu lekang, dan penyu belimbing.

Baca Juga: Canggu Tempat Paling Populer Turis Mancanegara di Bali, Ini Rekomendasi yang Wajib Dikunjungi

Halaman:

Tags

Terkini