ragam

Menguji Nyali di 7 Jalur Pendakian Paling Ekstrem di Indonesia

Selasa, 29 April 2025 | 10:00 WIB
Gunung Cartenz, salah satu jalur pendakian paling ekstrem di Indonesia. (kemenparekraf.go.id)

Dikenal dengan "Summit Attack" yang mengerikan, jalur menuju puncak Gunung Raung (3.344 mdpl) melibatkan jalan setapak sempit di bibir kawah aktif, lengkap dengan jurang di kanan dan kiri.

Pendakian ini membutuhkan teknik tali-temali (mountaineering) untuk menjamin keselamatan.

Baca Juga: Merayakan Hari Kemerdekaan di Puncak-puncak Tertinggi di Indonesia: 7 Gunung Favorit Para Pendaki untuk Kibarkan Bendera Merah Putih saat 17 Agustus

4. Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan

Jalur menuju puncak Rantemario (3.478 mdpl) di Pegunungan Latimojong dikenal sangat liar dan jarang dilalui.

Pendaki harus melewati jalur berlumpur, sungai deras, serta hutan tropis yang nyaris tidak berjejak manusia.

Baca Juga: Ramah Pendaki Pemula, 5 Gunung Rendah di Indonesia yang Bisa Jadi Alternatif Tempat Merayakan HUT ke-79 Kemerdekaan RI

5. Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat

Selain jalur panjang dan kering, tantangan di Tambora (2.850 mdpl) adalah cuaca panas ekstrem dan minimnya sumber air.

Namun pemandangan kaldera raksasa di puncaknya menjadi hadiah yang luar biasa setelah perjuangan berat.

Baca Juga: Tidak Terlalu Tinggi atau Sulit, 5 Gunung di Pulau Jawa Ini Direkomendasikan Bagi Pendaki Pemula

6. Gunung Binaiya, Maluku

Dengan ketinggian 3.027 mdpl, Gunung Binaiya di Pulau Seram menawarkan perjalanan melalui hutan hujan yang lebat, rawa-rawa dalam, dan jalur berbatu tajam.

Tantangan logistik dan akses menuju gunung ini juga membuatnya semakin sulit.

Baca Juga: Tempat Wisata Terbaik untuk Pendaki Pemula, Bukit Cumbri Cocok untuk Melatih Fisik Sebelum Naik Gunung yang Sesungguhnya

Halaman:

Tags

Terkini