Kabar BUMN – Menyambut Iduladha, umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia, akan melaksanakan ibadah kurban.
Setelah proses penyembelihan selesai, masyarakat pun akan menerima pembagian daging kurban dalam jumlah yang cukup banyak.
Namun, tak sedikit yang masih keliru dalam menyimpan daging kurban, sehingga cepat rusak atau bahkan menimbulkan risiko kesehatan.
Baca Juga: Catat Kinerja Positif, Livin’ by Mandiri Terus Cetak Pertumbuhan Transaksi dan Pengguna
Salah satu kesalahan paling umum yang kerap dilakukan adalah mencuci daging sebelum disimpan.
Kebiasaan ini justru tidak disarankan karena dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.
Daging yang baru dipotong sudah dalam kondisi steril.
Baca Juga: Inovasi Hijau Diakui Dunia, Pertamina Regional Jawa Boyong Lima Trofi Green World Awards 2025
Jika dicuci, apalagi dengan air yang kurang bersih, justru bisa mengundang kontaminasi bakteri dari luar.
Lantas, bagaimana cara menyimpan daging kurban yang benar agar tetap segar dan aman dikonsumsi? Berikut panduannya:
Baca Juga: Petualanganmu Dimulai dari Subuh: Sunrise Offroad di Alam Garut
1. Jangan Dicuci Sebelum Disimpan
Seperti dijelaskan sebelumnya, mencuci daging sebelum dimasukkan ke dalam freezer atau kulkas justru dapat mempercepat pembusukan.
Daging sebaiknya dicuci saat akan dimasak, bukan sebelumnya.