ragam

Mulai Marak Tren Slow Travel, Tren Baru Traveling yang Mengutamakan Kualitas

Senin, 19 Mei 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi. Alih-alih terburu-buru mengejar wisata ke banyak tempat, slow travel mendorong orang lebih menikmati waktu di tempat tersebut. (Dok. Instagram/Pinusia Park)

Belum lagi bila jarak antara satu tempat dengan yang lainnya berjauhan. Pasti akan sangat melelahkan.

Dengan slow travel, tidak ada kata buru-buru, semuanya lebih santai dan lamban serta tidak melelahkan.

Baca Juga: Frugal Traveling Lebih Hemat Naik Kereta Api Subsidi, Ini Daftar 13 KA PSO yang Harganya Ramah di Kantong

Pengalaman budaya yang berbeda
Keuntungan lainnya, dengan slow travel bisa mendapatkan pengalaman budaya yang berbeda.

Ketika orang mendatangi tempat non wisata, akan tampak sisi lain dari sebuah kota atau negara.

Pelancong jadi mengerti kehidupan sehari-hari dan tradisi yang berlaku di masyarakat setempat.

Ini akan menjadi satu pengalaman yang tidak terlupakan.

Baca Juga: Perlengkapan Traveling yang Umum Dimiliki Pecinta Traveling, Terutama Milenial dan Gen Z

Lebih dari dua hari
Untuk melakukan slow travel, cara paling mudah adalah mengurangi tempat wisata yang harus didatangi.

Bila memungkinkan coba tinggal di satu kota lebih dari dua hari. Idealnya 4-7 hari.

Manfaatkan hari pertama untuk kunjungi beberapa tempat wisata saja. Sisanya, untuk mengeksplorasi kota.

Baca Juga: Trik Mengajarkan Anak Agar Terbiasa dan Suka dengan Kegiatan Traveling

Seperti warga lokal, gunakan transportasi publik, kunjungi daerah yang bukan tempat wisata.

Sebelum berlibur, lakukan riset tempat yang mau dikunjungi, sehingga bisa menemukan banyak hal.

Lebih bagus lagi, jalin pertemanan dengan warga lokal yang bisa mengenalkan hal unik yang tidak diketahui turis lain.***

Halaman:

Tags

Terkini