ragam

Kembali Dialami Seorang Pendaki Pemula, Ini Penyebab dan Cara Mencegah Hiportermia di Gunung

Selasa, 10 Juni 2025 | 21:00 WIB
Ilustrasi. Kasus hipotermia ini karena masih banyaknya pendaki, terutama pemula, yang meremehkan udara dingin. (Freepik)

Kabar BUMN - Hanya di tahun ini saja sudah beberapa kali terdengar berita pendaki yang mengalami hipotermia.

Parahnya lagi lingkungannya tidak memberi dukungan tepat, sehingga harus dibantu tim penyelamat.

Kasus hipotermia ini karena masih banyaknya pendaki, terutama pemula, yang meremehkan udara dingin.

Padahal kalau tidak ditangani cepat dan tepat, hipotermia bisa berakibat fatal, sampai menyebabkan kematian.

Baca Juga: Eksplorasi Puncak Nusantara: 7 Gunung Tertinggi The Seven Summits of Indonesia

Suhu badan menurun
Hiportermia adalah kondisi di mana suhu tubuh menurun secara drastis sampai di bawah 35 derajat celicus.

Tubuh manusia bisa berfungsi secara normal ketika suhu tubuhnya 37 derajat.

Penurunan suhu tubuh ini akan memengaruhi seluruh fungsi tubuh.

Hipotermia rentan terjadi pada orang yang tidak biasa berada pada udara dengan iklim dingin.

Baca Juga: Naik Gunung Semeru Bisa Tanpa Pemandu Loh, Ini Syarat Penting yang Harus Kamu Pahami

Gejala sederhana hiportermia ringan antara lain, badan mengigil dan nyaris mati rasa, kulit berubah jadi pucat.

Kemudian tubuh terasa dingin, kaku dan sulit bergerak, jantung berdetak cepat, mengalami gangguan berbicara.

Saat hipotermia sedang, orang alami penurunan respon, kehilangan orientasi, perubahan karakter, dan jadi lebih pendiam.

Sementara hiportermia berat ditandai turunnya tekanan darah, nadi melemah, koma, sampai jantung berhenti.

Halaman:

Tags

Terkini