Kabar BUMN - Hanya di tahun ini saja sudah beberapa kali terdengar berita pendaki yang mengalami hipotermia.
Parahnya lagi lingkungannya tidak memberi dukungan tepat, sehingga harus dibantu tim penyelamat.
Kasus hipotermia ini karena masih banyaknya pendaki, terutama pemula, yang meremehkan udara dingin.
Padahal kalau tidak ditangani cepat dan tepat, hipotermia bisa berakibat fatal, sampai menyebabkan kematian.
Baca Juga: Eksplorasi Puncak Nusantara: 7 Gunung Tertinggi The Seven Summits of Indonesia
Suhu badan menurun
Hiportermia adalah kondisi di mana suhu tubuh menurun secara drastis sampai di bawah 35 derajat celicus.
Tubuh manusia bisa berfungsi secara normal ketika suhu tubuhnya 37 derajat.
Penurunan suhu tubuh ini akan memengaruhi seluruh fungsi tubuh.
Hipotermia rentan terjadi pada orang yang tidak biasa berada pada udara dengan iklim dingin.
Baca Juga: Naik Gunung Semeru Bisa Tanpa Pemandu Loh, Ini Syarat Penting yang Harus Kamu Pahami
Gejala sederhana hiportermia ringan antara lain, badan mengigil dan nyaris mati rasa, kulit berubah jadi pucat.
Kemudian tubuh terasa dingin, kaku dan sulit bergerak, jantung berdetak cepat, mengalami gangguan berbicara.
Saat hipotermia sedang, orang alami penurunan respon, kehilangan orientasi, perubahan karakter, dan jadi lebih pendiam.
Sementara hiportermia berat ditandai turunnya tekanan darah, nadi melemah, koma, sampai jantung berhenti.
Artikel Terkait
4 Pemandian Alam di Yogyakarta, Airnya Dingin Menyegarkan Raga dan Jiwa
Tips Bijak Mengelola Uang Pesangon Setelah PHK, Jangan Sampai Ludes Sia-sia
Uniknya Menyaksikan Laut yang Terbelah Menjadi Dua di Pantai Lariti, Bima, NTB
Jelajah Kota-kota di Jepang Lebih Mudah dengan Fasilitas Coin Locker yang Tersedia di Mana-mana
Ini Museum yang Dibangun Perusahaan Terkenal di Jepang, Bisa Dikunjungi Secara Gratis
Pesona Mandalika, Temukan 4 Keajaiban di Luar Lintasan Balapnya yang Mendunia