Kabar BUMN - Kalau biasanya sulit ditemui, di bulan Juni ini biasanya pedagang kerak telor akan lebih mudah ditemui.
Di bulan ulang tahun Jakarta ini hampir selalu digelar event Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair.
Di momentum inilah kuliner khas Betawi muncul dan dijajakan selama sebulan lebih, termasuk kerak telor.
Kerak telor sendiri ternyata hasil alkuturasi kuliner Betawi dengan budaya barat.
Baca Juga: Rayakan HUT Jakarta ke-498, Masuk Ancol Gratis dan Dapat Diskon Kuliner Seru!
Terinspirasi omelet
Kerak telor terbuat dari beras ketan dikocok dengan telur dibumbui rempah, serundeng kelapa, dan ebi.
Cara memasaknya unik karena kuali dibalik agar tercipta nasi berkerak. Karena itu juga namanya kerak telor.
Dipercaya kerak telor sudah dibuat orang sejak awal abad 19.
Tahun 1920 masyarakat Betawi di kawasan Menteng berusaha mengolah buah kelapa yang melimpah di kawasan tersebut.
Mereka kemudian berkreasi sendiri dengan meniru omelette mie yang sering dimakan warga Belanda.
Mereka meniru konsep omelet tetapi dengan cita rasa lokal.
Disesuaikan lidah Betawi
Untuk menu yang lebih sehat dan sesuai lidah Betawi, omelet mie diganti dengan telur dan beras ketan.