Saat itu Kerajaan Bima menjadi pusat perkembangan dan penyebaran agama Islam di daerah Bima.
Masjid sempat rusak terkena bom pada masa pendudukan Jepang. Lalu diperbaiki tahun 1990.
Lokasinya di jalan Soekarno Hatta, Kampung Sigi, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasa Na'e Barat, Bima.
Baca Juga: Menikmati Keindahan Alam Sumbawa dari 5 Destinasi Wisata Air Terjun Terbaiknya
3. Doro Rade Raja Bima
Ini kompleks pemakaman raja-raja dan sultan Bima. Lokasinya di atas perbukitan.
Di sini dikuburkan Sultan Bima pertama, Sultan Abdul Kahir.
Kemudian Sultan Nima kedua, Sultan Abdul Sirajuddin, dan sejumlah sultan lainnya.
Baca Juga: Listrik Pulau Sumbawa Makin Andal dan Efisien Berkat PLN
Termasuk Sultan Bima terakhir, Sultan Ferry Zulkarnain atau sering dikenal dengan nama Dae Ferry.
Total ada sekitar 22 makam di sini.
Doro Rade Raja Bima berlokasi di Kelurahan Dara, Kecamatan Rasa Na'e Barat, Bima.
Baca Juga: Wisata ke Sumbawa di NTB? Jangan Lupa Icipi 5 Kuliner Khas Ini
4. Istana Asi Bou
Dalam bahasa Bima, Asi Bou berarti Istana baru. Lokasinya tidak jauh dari Museum Asi Mbojo.
Istana Asi Bou dibangun setelah Istana Asi Mbojo oleh Sultan Ibrahim (1881-1936).
Istana dibangun untuk anaknya, Putera Mahkota Muhammad Salahuddin.