ragam

Sejarah dan Fakta Menarik Macha, dari Mulanya Minuman Biksu, Bagian Ritual, Hingga bisa Dinikmati Orang Umum

Senin, 23 Juni 2025 | 15:30 WIB
Produsen macha Uji akan mencantumkan asal teh di kemasannya untuk menunjukkan kalau itu kualitas terbaik di Jepang. (hugthetea.com)

Tradisi chado pertama kali dibawa pendeta Buddha, Eisai dari Tiongkok pada abad ke 12. (Pexels/Cottonbro Studio)

Bubuk dari ujung daun teh
Macha berbeda dengan teh hijau. Ini terbuat dari pucuk daun teh yang dihancurkan menjadi bubuk.

Rasa macha lebih pahit dibandingkan teh hijau, berwarna sangat hijau.

Kadar kafein macha terbilang lebih tinggi juga dibandingkan teh hijau.

Macha yang beredar di pasaran terbagi atas tiga jenis.

Baca Juga: 3 Pasar Ikan di Jepang yang Direkomendasikan untuk Menikmati Sushi Segar Harga Pasar

Yaitu macha untuk upacara, macha premium organik, dan macha untuk kuliner.

Macha untuk upacara merupakan kualitas terbaik. Terbuat dari daun teh muda.

Teksturnya pekat tapi lebih berkrim dan umami dibandingkan macha lainnya.

Baca Juga: Cobai Beragam Kreasi Burger Unik dan Berbeda di Jepang

Macha premium organik jenis yang dikonsumsi sehari-hari. Bisa ditambahkan pada minuman lainnya.

Macha untuk kuliner merupakan jenis yang sering digunakan untuk memasak.

Daun teh yang digunakan lebih tua sehingga menghasilkan bubuk yang lebih kasar.

Baca Juga: Ragam Jenis Sandwich Jepang yang Mudah Ditemukan di Konbini

Ilustrasi. Dalam sehari, batas aman seseorang boleh mengkonsumsi macha antara 1-2 cangkir. (Ryutaro Tsukata/Pexels)

Halaman:

Tags

Terkini