Kabar BUMN - Bayam merupakan sayuran hijau yang sangat populer di Indonesia. Kaya akan zat besi, vitamin, dan mineral, bayam sering jadi pilihan menu sehat harian.
Namun, ada satu hal penting yang perlu kamu perhatikan saat mengolahnya: bayam sebaiknya tidak dimasak terlalu lama.
Mengapa? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Kandungan Nutrisi Bisa Rusak
Bayam mengandung vitamin C, vitamin B kompleks, dan antioksidan seperti beta-karoten. Sayangnya, sebagian besar vitamin dan antioksidan ini bersifat sensitif terhadap panas.
Jika kamu memasak bayam terlalu lama, kandungan vitamin-vitamin tersebut akan rusak dan berkurang drastis. Padahal, nutrisi inilah yang membuat bayam sangat bermanfaat untuk tubuh.
Baca Juga: Ayo Magang di Bandung! Yuk Lamar Posisi Product Design Engineer di PT Len Industri
Risiko Pembentukan Senyawa Berbahaya
Selain kehilangan nutrisi, bayam yang dimasak terlalu lama juga berpotensi menghasilkan senyawa nitrit. Bayam memang mengandung nitrat secara alami, dan saat dipanaskan terlalu lama atau dipanaskan ulang, nitrat tersebut bisa berubah menjadi nitrit.
Senyawa ini bisa berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, terutama bagi anak-anak atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Baca Juga: Antrean BBM di Jember Mulai Normal, Distribusi Pertamina Berjalan Lancar
Tekstur dan Rasa Jadi Tidak Menarik
Bayam seharusnya dimasak sebentar saja, cukup sampai layu. Jika dimasak terlalu lama, teksturnya akan menjadi lembek bahkan hancur, dan rasanya pun cenderung pahit.
Ini tentu akan mengurangi kenikmatan saat disantap, apalagi jika kamu ingin menghidangkannya sebagai sayur bening atau tumis ringan.
Baca Juga: Bangga Banget! Bali Masuk 3 Besar Pulau Terbaik Dunia versi Travel and Leisure 2025
Cara Memasak Bayam yang Tepat
Agar tetap mendapatkan manfaat maksimal dari bayam, cukup rebus atau tumis bayam selama 1–2 menit saja.