Suasananya semakin terasa istimewa dengan iringan suara debur ombak dan kicauan burung hutan dari perbukitan di belakangnya.
Bagi sebagian orang, sebutan “pantai terlarang” mungkin menambah daya tariknya.
Baca Juga: Tanpa Tiket Fisik, KAI Hemat Rp239 Juta Berkat Face Recognition
Aksesnya sulit, jalurnya menantang, namun semburan air dari batu di Pantai Lange menjadikan setiap langkah menuju ke sana terasa berharga.
Bukan berarti ada larangan resmi yang mengikat, tetapi kondisi akses yang berat dan lokasi yang belum dibuka sebagai destinasi wisata umum membuatnya seolah menjadi rahasia kecil masyarakat setempat.
Pesonanya tetap memanggil rasa penasaran, namun kehadiran siapa pun di sana harus dibarengi kesadaran untuk menjaga kelestarian dan menghormati ruang alami yang masih perawan ini.***