ragam

Penjara Huis van Behauring, Bengkalis, Saksi Kekejaman Kolonialisme Belanda

Jumat, 15 Agustus 2025 | 15:30 WIB
Penjara Hus van Behauring, masyarakat setempat mengenalnya dengan nama Rumah Orang Rantai atau Jiel Belanda. (SC Google Street)

Tahanan diperlakukan dengan kejam. Selain disiksa, kedua kakinya di rantai agar tidak kabur.

Dari sini juga muncul sebutan Rumah Orang Rantai oleh masyarakat Bengkalis.

Baca Juga: Penjara Bagi Pembangkang Belanda Sampai Menjadi Cagar Budaya, Inilah Kisah Penjara Kalisosok, Surabaya

Wisata sejarah
Salah satu tokoh yang terkenal yang pernah ditahan di Penjara Huis van Behauring, Raja Sang Naualuh Damanik.

Raja Siantar ini menentang penjajahan Belanda dan menolak perjanjian dengan pemerintah negara tersebut.

Setelah dua tahun ditahan di Siantar, ia dan keluarganya dipindahkan ke penjara ini sampai akhir hayatnya.

Sisa-sisa penjara Huis van Behauring masih bisa dilihat sampai sekarang. Bangunannya masih berdiri tegak.

Baca Juga: Pameran Flona 2025 di Lapangan Banteng: Gratis Masuk, Seru untuk Liburan Kota

Makam Raja Siantar Sang Naualuh Damanik masih berada di sekitar Penjara Huis van Behauring, Bengkalis. (kataomed.com)

Pintu masuknya terdiri atas dua lapisan dinding yang kokoh dan hanya terdiri atas satu gerbang.

Ini disengaja agar para tahanan zaman dulu tidak bisa keluar.

Bagian depannya terdapat dua ruangan yang dijadikan kantor sipir dan pintu masuk penjagaan.

Baca Juga: Hati-hati Lidah Terbakar Setelah Mencicipi Makanan Paling Pedas di Thailand Ini

Saat ini ruangan tersebut jadi tempat tinggal penjaga bangunan ini.

Berjalan ke belakang berderet ruang tahanan. Dari 25 ruang tahanan, sekarang tersisa 20 ruangan.

Halaman:

Tags

Terkini