Tahanan diperlakukan dengan kejam. Selain disiksa, kedua kakinya di rantai agar tidak kabur.
Dari sini juga muncul sebutan Rumah Orang Rantai oleh masyarakat Bengkalis.
Wisata sejarah
Salah satu tokoh yang terkenal yang pernah ditahan di Penjara Huis van Behauring, Raja Sang Naualuh Damanik.
Raja Siantar ini menentang penjajahan Belanda dan menolak perjanjian dengan pemerintah negara tersebut.
Setelah dua tahun ditahan di Siantar, ia dan keluarganya dipindahkan ke penjara ini sampai akhir hayatnya.
Sisa-sisa penjara Huis van Behauring masih bisa dilihat sampai sekarang. Bangunannya masih berdiri tegak.
Baca Juga: Pameran Flona 2025 di Lapangan Banteng: Gratis Masuk, Seru untuk Liburan Kota
Pintu masuknya terdiri atas dua lapisan dinding yang kokoh dan hanya terdiri atas satu gerbang.
Ini disengaja agar para tahanan zaman dulu tidak bisa keluar.
Bagian depannya terdapat dua ruangan yang dijadikan kantor sipir dan pintu masuk penjagaan.
Baca Juga: Hati-hati Lidah Terbakar Setelah Mencicipi Makanan Paling Pedas di Thailand Ini
Saat ini ruangan tersebut jadi tempat tinggal penjaga bangunan ini.
Berjalan ke belakang berderet ruang tahanan. Dari 25 ruang tahanan, sekarang tersisa 20 ruangan.
Artikel Terkait
Jelajah Benteng Peninggalan Masa-masa Penjajahan dan Perjuangan Kemerdekaan yang Masih Tersisa di Indonesia
Wisata Sejarah di Kota Tertua di Indonesia, Salatiga, Banyak Bangunan Warisan Kolonial yang Estetik
Wisata Sejarah ke Rumah Kapitan di Bengkalis, Inilah Tempat Tinggal Pejabat Tertinggi di Zaman Daerah Tersebut di Zaman Hindia Belanda
Bangunan Bersejarah di Indonesia Warisan Penjajah Inggris 1811-1816
Pantai Santolo, Wisata Alam yang Jadi Saksi Bisu Sejarah Masa Kolonial di Garut