Kabar BUMN - Banyak orang punya kebiasaan memakai minyak goreng lebih dari sekali demi berhemat.
Apalagi kalau minyaknya masih terlihat jernih, rasanya sayang kalau langsung dibuang.
Padahal, kebiasaan ini bisa membawa risiko serius bagi kesehatan tubuh. Di balik rasa gurih dan renyah makanan yang digoreng, ada bahaya yang sering luput dari perhatian.
Racun yang Tak Terlihat
Setiap kali minyak dipakai untuk menggoreng, terutama dalam suhu tinggi, terjadi perubahan struktur kimia. Minyak akan teroksidasi dan menghasilkan senyawa berbahaya seperti radikal bebas.
Zat ini bisa memicu peradangan dalam tubuh, bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti jantung dan kanker. Bahayanya, racun ini tidak terlihat kasat mata.
Baca Juga: Ranu Regulo, Hidden Gem di Lumajang yang Cocok untuk Healing dan Camping
Lemak Trans yang Mengintai
Minyak yang dipakai berulang kali berpotensi menghasilkan lemak trans. Jenis lemak ini dikenal sangat berbahaya karena bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL).
Jika terus dikonsumsi, lama-kelamaan dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan memicu serangan jantung.
Baca Juga: Buruan Daftar! Magang Risk Management di PT JIEP 2025
Rasa Boleh Nikmat, Tapi Risiko Nyata
Makanan yang digoreng dengan minyak sisa sering terasa lebih gurih. Namun, gurihnya justru jadi jebakan.
Kandungan zat berbahaya yang menumpuk dalam minyak bekas itu bisa masuk ke tubuh tanpa disadari. Efek jangka panjangnya jauh lebih merugikan dibanding sekadar menghemat sedikit biaya minyak goreng.
Bijak Menggunakan Minyak
Bukan berarti kamu harus selalu buang minyak setelah sekali pakai, tapi gunakan dengan bijak. Hindari menggoreng berulang kali dalam minyak yang sama, terutama untuk gorengan bersuhu tinggi seperti ayam atau ikan.