Makanan Tradisional yang Dulu Menjadi Bekal Selama Perang Gerilya Merebut Kemerdekaan

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 10 Agustus 2025 | 13:00 WIB
Nasi oyen salah satu perbekalan andalan pasukan Jenderal Sudirman untuk pengganti nasi.  (goodnewsfromindonesia.id)
Nasi oyen salah satu perbekalan andalan pasukan Jenderal Sudirman untuk pengganti nasi. (goodnewsfromindonesia.id)

Kabar BUMN - Dalam perjuangan merebut kemerdekaan, pejuang Indonesia harus melakukan perang gerilya.

Masuk, menjelajah, dan sembunyi di hutan menjadi salah satu strategi selama perang gerilya.

Di saat itu, selain senjata, perbekalan makanan menjadi bagian penting perjuangan.

Makanannya yang praktis, kebanyakan sederhana, dan mudah didapati di desa yang menjadi lokasi perang.

Baca Juga: Varian Hotpot Terbaik di Dunia Versi Taste Atlas

Nasi Oyen
Nasi oyen salah satu perbekalan andalan pasukan Jenderal Sudirman untuk pengganti nasi.

Kuliner sederhana ini sedikit mirip tiwul karena bahan dasarnya dari singkong.

Untuk membuatnya, singkong direndam, ditumbuk, dibentuk menjadi butiran.

Baca Juga: Pantai Terlarang di Aceh Ini Punya “Air Mancur” dari Alam, Aksesnya Bukan Main

Setelah itu, butiran singkong dikeringkan di bawah sinar matahari.

Nasi ini pertama kali didapatkan ajudan Jenderal Soedirman, Soepardjo Rustam dari warga desa.

Nasi oyen mengenyangkan dan tahan lama sehingga bisa dibawa sebagai bekal berhari-hari.

Baca Juga: 4 Pasar Tradisional Paling Unik di Dunia, Barang yang Dijual Satu Jenis Saja

Leughok
Camilan asal Aceh ini yang menjadi ransum para pejuang kemerdekaan di negeri Serambi Mekkah.

Leughok terbuat dari pisang wak atau pisang monyet yang diremas sampai halus, lalu diberi terigu atau sagu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini