Kabar BUMN - Orang luar Surabaya umumnya hanya tahu Kembang Jepun, tidak familiar dengan Kapasan Dalam.
Orang tidak tahu kalau seperti Kembang Jepun, Kapasan Dalam juga kawasan pecinan di Surabaya.
Kampung Pecinan Kapasan Dalam berlokasi di jalan Kapasan Dalam I, Kapasan, Surabaya.
Kawasan ini sudah jadi tempat tinggal keturunan Tionghoa sejak zaman Belanda.
Baca Juga: Blitar Punya Telaga Sunyi, Katanya Ikan di Sini Abadi dan Tak Tersentuh
Awalnya dari kelenteng
Diperkirakan warga pendatang ini masuk ke Kapasan Dalam sejak abad ke-18.
Awalnya tinggal di sekitar kelenteng Boen Bio kemudian bertambah hingga menjadi sebuah perkampungan.
Kelenteng Boen Bio yang didirikan tahun 1883 salah satu bukti adanya penganut konghuchu murni di Surabaya.
Pekerja bangunan klenteng dipanggil khusus dari Tiongkok.
Baca Juga: 4 Desa Adat di Bali dengan Cerita dan Keunikannya Masing-masing
Kini, selain tempat ibadah, yang makin ramai jelang Imlek, Kelenteng Boen Bio juga daya tarik wisata kawasan.
Uniknya, zaman dulu Kampung Pecinan Kapasan Dalam dikenal sebagai kampung kungfu.
Konon di daerah ini penduduknya mahir melakukan kungfu. Hanya saja sekarang sudah tua.
Generasi muda yang tinggal di pecinan sekarang tidak tertarik mempelajarinya.
Baca Juga: September Ceria di Aviary Park Indonesia, Tiket Premium Gratis untuk Kamu yang Ulang Tahun!