Kabar BUMN - Selama ini obat herbal sering dianggap lebih aman karena berasal dari bahan alami. Banyak orang percaya konsumsi herbal tidak menimbulkan efek samping seperti obat kimia.
Padahal, setiap tanaman memiliki senyawa aktif yang bekerja dalam tubuh layaknya obat medis.
Jika tidak digunakan dengan bijak, herbal bisa menimbulkan risiko kesehatan, mulai dari gangguan organ hingga interaksi berbahaya dengan obat lain. Karena itu, penting untuk memahami bahwa “alami” tidak selalu berarti sepenuhnya aman.
Baca Juga: Dobo–Marlasi Kini Terhubung, Tiket Kapal Dibanderol Mulai Rp63 Ribu
Obat Herbal dan Kandungan Kimianya
Meski disebut “alami”, setiap tumbuhan tetap mengandung senyawa kimia aktif yang memengaruhi tubuh.
Misalnya, tanaman jahe mengandung gingerol, kunyit mengandung kurkumin, dan daun jati belanda punya tanin. Senyawa inilah yang memberi efek terapeutik, tapi juga bisa memicu reaksi samping bila dosisnya berlebihan.
Baca Juga: Kontamale: Pemandian Umum Rasa Premium, Gratis Sepuasnya di Wakatobi
Potensi Bahaya Jika Tidak Tepat Konsumsi
Penggunaan obat herbal tanpa panduan bisa menimbulkan masalah. Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:
-
Gangguan pada organ hati atau ginjal akibat konsumsi berlebih.
-
Interaksi dengan obat medis yang sedang diminum, sehingga menurunkan atau justru meningkatkan efek obat tersebut.
-
Efek alergi atau keracunan jika dikonsumsi dalam bentuk yang tidak terstandar.
Baca Juga: Harga Emas Melonjak, Nasabah BSI Raup Manfaat Investasi
Perlunya Standarisasi dan Pengawasan
Produk herbal yang dijual bebas seharusnya melalui uji keamanan dan standarisasi. Namun, masih banyak produk yang beredar tanpa izin resmi.
Inilah sebabnya penting untuk memilih obat herbal yang terdaftar di Badan POM dan memiliki aturan pakai yang jelas.